Kabulkan Aspirasi Warga, Bupati Tutup Pelabuhan Pasir Penyengat Olak

 

SENGETI -Akhirnya terjawab! Teriakan warga Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) didengar.

Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si (BBS) mengambil sikap TEGAS: Tutup total aktivitas stockpile atau penampungan tambang pasir di Penyengat Olak!

Keputusan bersejarah itu diketok Bupati BBS seusai memimpin Rapat Koordinasi tertutup bersama Forkopimda, instansi teknis, dan perwakilan warga di ruang kerja Bupati, Senin sore (26/10/2026).

Tidak pakai lama. Pemkab sepakat menghentikan seluruh operasional stockpile setelah mencermati persoalan mendasar yang dinilai tidak sesuai aturan.

Mulai dari regulasi yang kurang pas, perizinan yang bermasalah, hingga aspek kelayakan lingkungan yang dikeluhkan warga.

"Sudah melihat, baik dari sisi regulasi maupun dari sisi aspirasi. Intinya saat ini ada beberapa poin yang menurut kami kurang pas, baik itu regulasi, perizinan, dan lain sebagainya. Maka, hari ini kita sudah sepakat bahwa kegiatan stockpile di Penyengat Olak kita tutup," tegas Bupati BBS dengan nada mantap.

Langkah berani ini menjadi jawaban langsung atas aksi warga Penyengat Olak yang sempat memblokade Jalan Lintas Timur Jambi karena resah dengan aktivitas pelabuhan pasir tersebut.

Kini, dengan ditutupnya stockpile, Pemkab Muaro Jambi membuktikan: aspirasi rakyat adalah hukum tertinggi.